Selasa, 08 Mei 2012

Laporan Praktikum Titrasi Asam Basa


      I.        Tujuan

Mengetahui molaritas suatu asam basa dengan menggunakan metode titrasi asam
basa
.
    II.        Dasar Teori
·         Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa)

Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.


·         Titrasi asam basa disebut juga titrasi adisi alkalimetri. Kadar atau konsentrasi asam basa larutan dapat ditentukan dengan metode volumetri dengan teknik titrasi asam basa. Volumetri adalah teknik analisis kimia kuantitatif untuk menetapkan kadar sampel dengan pengukuran volume larutan yang terlibat reaksi berdasarkan kesetaraan kimia. Kesetaraan kimia ditetapkan melalui titik akhir titrasi yang diketahui dari perubahan warna indicator dan kadar sampel untuk ditetapkan melalui perhitungan berdasarkan persamaan reaksi.

Titrasi asam basa merupakan teknik untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi asam basa (netralisasi). Larutan yang kosentrasinya sudah diketahui disebut larutan baku. Titik ekuivalen adalah titik ketika asam dan basa tepat habis bereaksi dengan disertai perubahan warna indikatornya. Titik akhir titrasi adalah saat terjadinya perubahan warna indicator.
   III.        Alat dan Bahan

1.     Statif dan klem
2.     Buret
3.     Gelas/labu Erlenmeyer 100ml (3buah)
4.     Gelas kimia 250ml (2buah)
5.     Pipet tetes
6.     Corong
7.     Gelas/silinder ukur

8.     Larutan NaOH 0,1M

9.     Larutan HCl yang akan ditentukan konsentrasinya

10.  Indicator phenolphthalein (PP)

11.  Pipet Volume
  IV.        Cara Kerja
1.   Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan (III. Alat dan Bahan)
2.    Bersihkan alat-alat sebelum digunakan (bila perlu)
3.    Memasang buret pada statif
4.    Menutup kran pada buret, kemudian masukkan larutan NaOH 0,1M ke buret menggunakan gelas kimia
5.    Membuka kran pada buret untuk mengepaskan larutan NaOH 0,1 M tepat pada skala 0 buret
6.    Ambil 10ml larutan HCl dengan pipet volume, tuangkan dalam tabung Elemeyer
7.    Teteskan larutan HCl dalam elemeyer dengan indicator PP sebanyak 2 tetes
8.    Letakkan erlenmayer pada ujung bawah buret.
9.    Lakukan titrasi, hingga larutan HCl berubah warna menjadi pink
10.  Bila telah terjadi perubahan warna hentikan proses titrasi
11.  Catatlah volume NaOH yang digunakan dengan menghitung V awal – V akhir
12.  Lakukan langkah 6-11 sebanyak 3 kali, dan usahakan perubahan warna sesedikit mungkin (tepat pada ekuivalen)

*Hasil setelah proses titrasi.

    V.        Hasil Pengamatan
Percobaan
Volume HCl (ml)
Volume NaOH (ml)
Pertama
10
15,3
Kedua
10
14,3
Ketiga
10
14,3

Rata-rata Volume NaOH (ml)
14,8

  VI.        Analisa Data
-Pertanyaan :
a) Hitunglah Volume rata-rata NaOH !
b) Hitung Konsentrasi HCl !
-Jawaban :

a. Vrata-rata = (15,3 + 14,3 + 14,3) : 3 = 14,8 ml

b. V1 x M1 = V2 x M2

10 . x =    . o,1

10x = 

x =

Jadi konsentrasi HCl adalah       M.

 VII.        Kesimpulan
·         Kadar atau konsentrasi HCl (asam) dapat ditentukan melalui proses titrasi, yaitu dengan mereaksikan HCl (titrat) yang ditambahkan 2 tetes indicator PP dengan NaOH (titran). Titrasi harus dihentikan bila larutan HCl yang dicampurkan dengan 2 tetes indikator berubah warna dari bening hingga menjadi pink. Volume NaOH yang digunakan akan mempengaruhi hasil konsentrasi dari HCl tersebut, sehingga harus sangat berhati-hati melakukan praktikum ini. Setelah volume NaOH (basa) diketahui, barulah Konsentrasi HCl (asam) bisa dihitung.
·         Volume rata-rata NaOH untuk melakukan titrasi adalah       ml.
·         Konsentrasi HCl yang digunakan untuk titrasi adalah          M.

4 komentar: